aku mencintai seseorang yang dia bilang juga mencintai aku. dulu banget it's about 8 years ago, dia bilang dia sayang sama aku dan aku pikir dulu memang terlalu dini buat aku untuk tahu artinya cinta. ya...singkat kata aku pacaran sama dia. mungkin aku nggak harus menyebut namanya, karna nama itu menyesakkan tenggorokanku :(
kami bertahan 1 tahun, tapi 1 tahun yang kami lalui hanyalah hampa. tidak ada komunikasi...tidak kata rindu...tidak ada perhatian...kami pisah sekolah. jarak! karna itulah hubungan kami kandas. bahkan aku benci menyebut kata 'jarak' itu karna kata itu sudah membuat aku menangis kehilangan dia.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, dan seterusnya ternyata nggak gampang. kalo dulu sudah ada ST12 lagu 'saat terahkir' adalah the soundtrack of my life hiks.
ahirnya aku memutuskan untuk keyogya, dengan harapan aku bisa menemukan hal baru, cinta baru, dan kebahagiaan baru tapi nyatanya aku semakin tersiksa...aku begitu merindukannya. tapi i can't do anything...aku nggak ngerti dia dimana, sama siapa, dan lagi ngapain. aku benar-benar telah kehilangan dia.
singkat waktu berlalu, setelah 6 tahun tanpa ada komunikasi dan apapun yang membuat aku masih bisa mengharapkannya, akhirnya keajaiban itu datang. dia kembali tanpa aku duga. dia meminta aku kembali padanya dan kita ulangi semua yang dulu tertunda. meski waktu itu aku sudah punya orang yang begitu mencintaiku dan menyayangiku tapi demi dia aku rela kehilangannya cinta itu. aku punya alasan untuk itu. aku nggak bisa mencintai orang sedang dihatiku juga masih ada orang lain.
aku kembali padanya...hubungan ini sudah terjadi semuanya seperti yang aku pengen. kami long distant. oh God! lagi-lagi aku berhubungan dengan kata yang aku benci 'jarak'! tapi aku jalani semuanya dengan keyakinan dalam hati bahwa tanpa alasan Tuhan mengembalikan dia padaku. Tuhan pasti tahu bahwa aku sangat mencintainya dan Dia mengembalikannya padaku.
lebaran kami ketemu. aku lihat dia punya perasaan kangen yang sama kayak aku. akhirnya canda itu, senyum itu, bisa aku lihat lagi. thanks God...
kami pisah lagi, aku harus kembali ke Yogya untuk meneruskan studyku.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dia masih sering bilang 'cinta, aku kangen', aku bahagia denger kata itu. that was spirit for me. tapi nggak lama dari itu 2 bulan, 3 bulan , 4 bulan, 5 bulan, sampai saat ini dia berubah. nggak ada lagi panggilan 'cinta' nggak ada lagi kata-kata kangen. yang ada curiga, marah, emosi. aku terus berusaha mengimbanginya, sabar, bertahan, karna aku nggak mau kehilangan dia. tapi sekarang aku merasa pertahananku lemah. aku capek terus mengimbanginya, capek, terus mengerti dia tapi aku nggak pernah dimengerti. tapi apa yang bisa aku lakukan? saat ini yang bisa aku lakukan hanya sabar. mungkin sabar itu akan membawa bahagia buat aku. Tuhan tahu apa yang terbaik buat aku and i just believe of it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Putusin aja n cari lagi,kalo gak cocok lagi putusin lagi dan cari lagi dan lagi oke
BalasHapusyah mz komo mah...hehehehe.
BalasHapus